Parasite Chaos

Part 1
Namaku vallerie margareta kurogane, ayahku kirito kurogane seorang blasteran Jepang – Amerika dan merupakan seorang pengusaha sukses sedangkan ibuku Indonesia orang pribumi keturunan kuningan - banten, aku mempunyai seorang adik bernama Violleta aurora kurogane, kami merupakan saudara kandung yang sangat dekat selalu berbagi cerita, bercanda, bermain dan tertawa.Namun akibat perceraian, sebagai saudara kami pun dipisahkan aku diambil oleh ayahku karena pendidikanku yang sesuai dengan ekspetasi keluarga ayah, sedangkan Violleta mengikuti ibu karena masih belum bisa lepas dari ibu di usia yang masih kecil, ayahku membesarkan aku dengan fasilitas yang bagus sekolah, sarana bahkan saat aku ikut lomba pun ayah turut hadir untuk melihatku, selama itu juga aku dan vio sering bertukar pikiran lewat surat karena kondisi kami yang sudah berbeda negara hingga usia ku 17 tahun. Setelah lulus dari universitas sebagai orang yang jenius aku pun meminta papa untuk pulang kembali ke Indonesia untuk bertemu ibuku. 
        “pa, aku sudah lulus dari universitas bahkan semua lomba sudah aku menangkan mulai dari hal yang aku sukai hingga lomba dari yang papa sarankan, papa juga sudah nggak sendiri ada mama leona yang bisa ngurus papa, karena itu boleh nggak aku pulang ke Indonesia? Aku kangen sama mama dan vio, sudah berapa tahun nggak ketemu dan hanya surat menyurat dengan vio, papa juga melarang aku untuk kembali ke indonesia saat aku ingin bersekolah SMA di Indonesia, tapi kali ini tolong izinkan valley menjadi dosen di Indonesia pa, valley sudah diterima di suatu universitas di Indonesia, mereka menerima valley untuk jadi dosen disana dan bayaran untuk jadi dosen disana lumayan besar dan cukup untuk valley hidup menetap di Indonesia.“ saat aku meminta izin pun papa tetap nggak melihatku,katanya wajahku mirip dengan ibu.
       “baiklah, tapi ingat kabarkan papa kalau kamu sudah sampai di Indonesia,soal tempat tinggal tidak perlu khawatir papa masih punya aset rumah disana nanti kamu akan dijemput pak Karyo di bandara dan soal makanan ada bu tuti disana jadi kalau mau makan atau mau apa tinggal bilang saja sama bu tuti.“ aku tidak menyadari bahwa papa setuju dan berpikir akan ditolak.
         “iya pa, valley ngerti valley minta maaf... Eh? Papa setuju valley pergi ke Indonesia? “ aku pun terkejut saat papa yang selalu melarang aku untuk ke Indonesia memberikan izinnya. “ya iyalah, kamu kan anak papa dan anak papa ini sudah dewasa sudah waktunya untuk menjadi mandiri, tapi kamu kirim foto kamu dan vivi ya, papa juga kangen berat sama anak papa yang satu itu dan papa izinin valley karena valley bisa jaga diri sendiri, kan valley juara 1 olympiade karate antara negara belum lagi valley mempunyai bakat yang unik dari yang lain, tentu papa bakal izinin. Tapi apa valley yakin mau jadi dosen? “ papa masih belum yakin dengan tekadku tapi aku tidak bisa mundur begitu saja. 
          “sebenarnya valley mau coba mengulang kembali karena ingin mengganti jurusan dokter ke jurusan biologi karena valley merasa valley lebih cocok di jurusan itu pa. “aku tidak punya pilihan lain selain jujur sama papa dan papa mengizinkan aku untuk pergi ke Indonesia saat itu hanya dalam pikiranku mengira bahwa papa akan marah oleh keputusanku, tapi ternyata papa tersenyum. “anak papa balik lagi ke zaman kuliah ya, hahaha. “papa yang sedang tertawa dikejutkan dengan kedatangan mama leona. “wah apa ada hal yang lucu?sampai tertawa seperti itu. “mama leona memberikan papa dan aku teh, lalu kami duduk bersama. “ nggak ma, valley hanya minta untuk kuliah kembali di Indonesia. “ketika aku berkata seperti itu aku ragu karena mama leona selalu murung ketika aku menyebut kata Indonesia atau bahkan vio dan nama mamaku.”lalu? “tanya mama leona dan papa coba menjelaskan agar mama leona mengerti.”begini leo, valley mau ke Indonesia untuk pendidikan lagi.”papa pun menjelaskan dengan hati-hati.”lalu, apakah valley tidak mau bertemu dengan mamanya dan adiknya?”tanya mama leona kepada papa dan aku. “umm, itu juga sih ma.”kata ku yang masih ragu”begini leo sebenarnya valley juga kangen dengan mama dan adiknya dan lagi dia ingin belajar tentang mata kuliah yang diinginkan valley, yah...kurang lebih sama dengan kakeknya yaitu papa drake yang seorang peneliti dan...”papa yang belum menyelesaikan langsung disambung dengan perkataan mama leona.“wah kalau begitu aku harus menelpon karsita agar dia menjemputmu di bandara nanti, hayama siapkan keperluan Valerie mulai dari sepatu, baju hingga dokumen penting untuk ke kampus, oh jangan lupa uang saku untuk valley dan vio supaya mereka bisa akrab. “dengan wajah gembira mama leona langsung menyiapkan semua keperluanku. “leo, tunggu tunggu tunggu! “papa yang belum menyelesaikan kalimatnya dan mama leona sudah pergi lebih dulu dengan pelayan yang menyiapkan segala sesuatu untuk keperluanku. 
           “hihihi, sudahlah pa kan papa tahu kalau mama leona selalu mewujudkan apa yang dia mau, pfft, apalagi kalau dia tertarik dengan sesuatu dia pasti langsung mengerjakannya, kan mama leona adalah orang yang keras kepala.”aku melihat papa langsung menahan tawa walaupun hal tersebut bagiku sangat lucu. “ aduh, ibumu yang satu ini benar-benar membuatku kehilangan kata-kata, berbeda dengan karsita yang selalu mendengarkan dia ini tipe yang langsung kabur ketika orang sedang menjelaskan. “ayahku bahkan tidak tahu mengapa dia bisa menikah dengan mama leona. “lalu kenapa papa menyukai mama leona? “aku pun bertanya perihal cewek tipe papa.”papa suka tipe cewek yang sangar, polos, baik hati, manja, nah itu semua tipe papa. “saat papa berbicara tipenya aku tersadar bahwa semua tipe itu menuju ke mama leona dan mama karsita aku pun membalas papa dengan senyuman dan pergi ke kamarku sementara papa meneruskan membaca surat kabar.Dalam kamar aku segera mengeluarkan kertas dan alat tulis untuk memberi kabar pada vio, tapi aku bingung bagaimana untuk menyampaikan kabar ini bahkan aku pun tidak tahu harus memulai dari mana.2 jam berlalu kertas kertas berserakan di kamarku sementara aku masih belum menyelesaikan suratku untuk vio, kepalaku penuh dengan rasa rindu dan ingin bertemu dan pada akhirnya aku menyerah.Kepala pelayan ed datang memberitahu untuk segera menuju ruang makan untuk makan bersama papa dan mama leona,aku masih memikirkan memikirkan bagaimana menyampaikan kabar baik ini kepada adikku,aku meminta saran pada pak Edward tapi beliau malah tersenyum,lalu datanglah gilbert temanku yang menemani aku saat papa sibuk dengan kerjaannya,gilbert meminta aku untuk menuliskan bahwa aku dan gilbert akan datang ke indonesia untuk mencari pekerjaan disana,dengan segera aku menuliskan apa yang dikatakan gilbert.”selesai, nah karena sudah selesai bisakah kita pergi ke ruang makan nonaku yang cerewet. “gilbert yang mengejekku tentu ditegur oleh pak ed yang merupakan ayah dari gilbert. “kau ini, harus sopan pada nona. “pak ed yang marah dan gilbert yang merajuk membuatku ingin tertawa.”baiklah sudah cukup ayo ke ruang makan, nanti papa dan mama marah. “aku langsung melerai ayah dan anak. “baik nona. “kata ed dan gil. 
  “sesampainya di tempat makan aku langsung duduk dan menyantap makananku, setelahnya kami pun berdiskusi untuk memutuskan siapa yang akan pergi bersamaku”
         “Maaf nyonya dan tuan,nona bilang akan mengajakku pergi ke Indonesia bersamanya. “gil memandangi aku dengan senyum nakalnya aku membalas dengan kerutan pertanda marah. “apa benar itu valley? “tanya mama leona padaku, aku tidak tahu harus menjawab apa dan melirik ke papa untuk membantuku. “ehem,iya aku yang meminta gil untuk pergi bersama valley. “setelah mengatakannya papaku tersenyum padaku karena merasa sudah membantu, padahal aku ingin pergi sendiri dan yang buat aku tidak percaya papaku yang tidak pernah mempercayai aku pada gil bisa-bisanya malah membuat aku pergi dengannya, aku yang kesal langsung menunjukkan wajah merajuk pada papaku dan papa langsung bingung karena aku yang merajuk. “eh, ed apa aku salah bicara? “papa masih bingung mengapa aku merajuk dan ed pun menjelaskan pada papa apa yang terjadi. “tuan kan tidak pernah percaya pada gil karena menurut tuan gil itu tidak mampu menjaga nona, lalu kenapa sekarang malah mempercayakan nona pada gil? “syukurlah ed membantuku untuk menjelaskannya pada papa. “memang aku tidak mempercayai gil untuk menjaga valley tapi itu karena valley di negara ini, tapi ini kan berbeda dia akan pergi ke Indonesia tanpa pengawasanku dan aku tidak mau anak perempuanku sampai digoda pria yang tidak dikenal apalagi aku harus mengetahui bagaimana keadaan anak perempuanku yang satunya.”setelah papa menjelaskan secara detail barulah aku mengerti.
        ”aduh berarti akang tidak tahu vio pernah menang lomba model?”kata mama leona, aku dan papa kaget saat mendengar mama leona mengetahui informasi tentang vio. “leo, maksudnya apa?apa kamu tahu keadaan putri saya di Indonesia? “tanya papa pada mama leona, mama leona pun memegang handphonenya dan menunjukkan foto pada aku dan papa.”apa!?”aku dan papa kaget mama leona bisa punya foto vio,apalagi di fotonya vio sedang memegang piala besar.”itu benar,sita mengirimkan aku foto vio dan kami berbicara panjang lebar di telepon, aku senang putri angkatku yang satunya bisa berprestasi di sekolahnya.”aku,gil,edward dan papa begitu kaget sampai tidak tahu harus berkata apa, semua yang disembunyikan oleh mama leona yang selalu mengelak saat ditanya siapa yang menelpon, kini aku tahu mengapa vio selalu bilang disuratnya bahwa dia ingin seperti aku, rupanya selama ini mama leonalah yang sudah memberikan informasi pada ibu dan adik, celakanya vio pernah menanyakan apakah aku masih menggigit ibu jariku atau tidak saat sedang berpikir. “ma,mama jangan bilang mama juga berikan informasi bahwa aku selalu menggigit ibu jari ketika memikirkan sesuatu, tidak kan ma? “aku begitu takut untuk mendengar jawaban dari mama leona.”oh itu,kalau itu sita sudah beritahu kebiasaan kamu dan dia juga menanyakan apakah kamu masih kebiasaan seperti itu atau tidak. “kata mama leona, aku pun mulai penasaran apa yang dijawab mama leona pada ibu. “lalu apa yang mama jawab?mama nggak bilang kebiasaanku masih ada kan? Ya kan ma? “ Aku mulai panik saat itu bagaimana kalau mama leona jawab iya, rasa cemas dan takut melanda di dalam dada sehingga bibir ini gemetar rasanya. “oh tentu, kami kan selalu berbagi informasi. “kata mama leona dengan ketawanya yang jahil,saat mama leona memberikan jawaban rasanya dunia dan image ku di depan vio hancur seketika, image seorang kakak yang keren dan berprestasi langsung hancur sekejap mata  hanya dengan perkataan.”TIDAK!!! “aku teriak sejadi-jadinya karena frustasi bagaimana aku harus menghadapi adikku jika bertemu nanti. 

Komentar