5 demon butler part 1

Cerita tentang seorang anak perempuan yang menemukan daerah yang ditinggali banyak orang,anak ini tidak tahu tentang kutukan apapun dan masuk dalam persahabatan yang rumit."Daripada aku harus menanggung derita saat teman - temanku mati akan lebih baik bila aku pergi."kataku lalu aku membuka portal menuju paralel world,dan aku masuk ke dalam dimensi.tak tahu harus kemana aku yang bingung terus maju ke depan."huuweee….hiks hiks huuuu"bunyi suara."mmm?siapa yang sedang menangis itu?"tanyaku sambil mencari sumber suaranya."hahahaha woi anak manja masa cuma segini aja kamu menangis."."he-he-hentikan,huuueee….hiks hiks huuuuu….. hiks hiks."terdengar suara anak laki-laki dan aku langsung menuju lokasi suara itu."ah,oi!kalian,beraninya sama anak perempuan,sini kalian aku beri kalian pelajaran!"kataku yang kesal melihat kejadian tersebut."hoi!siapa kau?kau bukan orang sini ya?pergi sana!orang asing dilarang berbicara pada kami!"kata anak lelaki tersebut dengan sombongnya dia melambaikan tangannya mengisyaratkan untuk aku pergi."apa!?kuhajar kalian,biar bisa bicara sopan padaku."kataku yang kesal dengan perlakuan mereka,aku pun segera mendatangi mereka."sean,lebih baik jangan."anak lelaki A dengan takutnya dia berbisik kepada laki-laki yang berteriak tadi."emang kenapa?cuma anak cewek ini."sean mencoba menenangkan temannya karena genderku yang seorang anak perempuan,akan tetapi temannya yang takut terus mendesak laki-laki yang berteriak tadi agar berhati-hati terhadapku."tapi gimana kalau cewek itu bukan manusia biasa,jangan - jangan dia itu cewek yang terkena kutukan."dengan takutnya laki-laki yang satunya berbisik pada laki-laki yang berteriak tadi."aku tidak tahu apa yang kalian katakan,tapi kalau kalian masih mengganggu perempuan ini,maka aku tidak akan tinggal diam."kataku pada mereka sambil mengepalkan tanganku untuk menakuti mereka."diam kau cewek iblis!"teriak laki-laki yang berteriak itu dan dengan kesalnya aku yang mendengarnya menjadi kesal."he?heee aku tidak tahu siapa itu cewek,tapi sepertinya perkataan tersebut mengarah padaku."dengan kesalnya aku bersiap untuk memukul,dan…."duakh,buk,plak."perkelahian pun terjadi,ya… terjadi."kemarilah hiiaah!hiat,haah!"aku beteriak dengan lantang bersamaan dengan pukulan yang kulayangkan padanya."wawawa,sakiiit,hei kalian cepat bantu aku!"kata laki-laki itu yang kesakitan karena dihajar olehku."hiiii,kan kan sudah ka-ka-ka-kami bi-bilang."kata mereka dengan takut hingga mereka berpelukan satu sama lain."apa!?kalian mau juga!?"kataku sedang kesal aku mulai mendatangi mereka."ng-nggak ka-ka-kabuur!!"teriak mereka yang lalu melarikan diri."kurang ajar,kalian pengecut!nggak setia kawan!"teriak anak laki-laki yang sedang kesakitan,dia pun masih membarikade wajahnya dengan tangannya yang sudah memar karena dipukul olehku."fiuh, akhirnya mereka pergi juga."setelah itu aku pun berhenti untuk memukul anak tersebut."huuu sakitt."kata laki-laki sambil mengusap tangannya yang memar."kamu memang sakit karena aku pukuli,akan tetapi anak perempuan ini juga sakit karena kalian jahili."kataku pada anak laki-laki itu."eh?mmm makasih ya, sudah menolongku."kata anak perempuan tersebut."nah kalau begitu ayo salaman,salaman itu tanda minta maaf."kataku,lalu mereka pun mulai salaman dan memulai untuk minta maaf."maaf ya,aku nggak ada maksud kok,habis kamu diam saja sih,kami ajak main aja nggak mau."kata anak laki-laki itu dengan malu-malu."tapi kan tidak harus seperti tadi,bicaralah baik baik tidak perlu dijahili."kataku pada anak laki-laki itu. “ngomong ngomong,kamu ini siapa?kenapa ke desa kami?"tanya anak laki-laki itu kepadaku dan aku jadi bingung dibuatnya karena aku tiba-tiba saja berada di dimensi ini."eh?aku?aku serene,aku cuma kebetulan lewat saja."aku pun memperkenalkan diriku pada mereka."ooh,namaku sean samuel breaker,aku adalah tetangga chloe."kata sean memperkenalkan dirinya."aku chloe edelweiss salam kenal."kata chloe yang memperkenalkan dirinya."salam kenal."kataku pada mereka."chloe,ayo cepat kita pulang,sudah sore nanti aku dimarahi kakak."sean yang buru-buru segera menarik tangan chloe."lho kok buru - buru pulang?"aku bertanya pada mereka dengan bingung."kenapa kami harus jawab pertanyaanmu itu?ayo chloe kita pulang,lagipula kita dilarang untuk bicara dengan orang asing,kalau ketahuan kamu bicara sama orang asing nanti ayahmu bisa marah."kata sean yang memaksa chloe."eh,tunggu dulu el."chloe pun menarik kembali tangan sean dan memintanya untuk berhenti."sombong sekali aku kan hanya bertanya."kataku dengan sedikit cemberut karena kesal dengan perilaku sean."sudahlah."kata sean yang ingin menyudahi obrolannya."kalau serene mau kamu bisa tinggal beberapa hari di rumahku."chloe pun mengajak aku untuk menginap di rumahnya,aku pun mulai tertarik dengan tawaran chloe."chloe!apa kau tidak dengar barusan aku bilang apa?"sean yang marah memperingatkan chloe agar tidak membawaku."aku tahu,tapi kita tidak bisa membiarkan serene di luar sendirian,apalagi ini sudah sore,kan bahaya kalau malam."chloe mencoba untuk membujuk sean agar memperbolehkan aku untuk ikut dan menginap di rumah chloe."terserah kau sajalah."kata sean yang sudah capek menasehati chloe."oooi!sean!chloe!"teriak seseorang dari jauh."hmm?geee!kakak,gimana nih?pasti aku kena marah lagi."kata sean yang ketakutan,aku dan chloe melihat sean sedang memegang kepala karena takut dengan orang yang berteriak tadi."itu sudah pasti terjadi,kan kamu anak yang menjahili chloe."kataku pada sean yang masih marah dengan perilaku sean terhadap chloe."kalian berdua!sudah kubilang jangan main disini,apa kalian tidak mendengarkan perkataanku dengan serius?"kata anak yang baru datang itu."maafkan kami."kata sean dan chloe yang meminta maaf pada orang itu, aku yang masih bingung pun terdiam."eh?kamu siapa?sepertinya kamu bukan orang sini"kata anak tersebut."aku serene,salam kenal."kataku dengan sedikit membungkuk dan berdiri tegap lagi."aku dean leviathan breaker."kata dean,dia pun memberi salam dengan tangan kanan memegang dada dan membungkuk lalu berdiri lagi."eeh?breaker,berarti sean ini saudaramu ya?"kataku dengan sedikit terkejut."iya,apa dia melakukan hal yang aneh?"kata dean."ahahahaha tidak,pastinya."kataku ke dean sambil melirik ke sean."hahaha,kakak kenapa kemari?bukankah ada pekerjaan yang harus diselesaikan?"tanya sean yang mengalihkan topik pembicaraan."aku sudah selesai,tapi saat ayah chloe mencari chloe dan menanyaiku,aku pun segera mencarimu,karena kakak tahu kamu pasti bersama chloe."dean pun berkata seperti itu dan tersenyum."jangan sok tahu ah,aku kan biasanya bermain dengan teman - temanku."kata sean mengelak."heheee teman - teman ya?lalu kenapa chloe ada disini?"dean pun mencoba mengejek sean dengan menggodanya."pengalihan pembicaraan pun dimulai."kataku dengan kesal karena permasalahan yang tadi belum terselesaikan."eh?maksudnya pengalihan?"dean yang tidak mengetahuinya bertanya-tanya mengapa aku berkata begitu."kau tanyakan saja pada saudaramu ini."kataku sambil menatap sean dengan tatapan kesal."sean samuel breaker,apa kau berbuat sesuatu pada serene."a-a-aku tidak berbuat apa - apa kok,dia yang mukul aku lebih dulu."sean dengan wajah yang ketakutan mengatakan separuh kebenarannya."heeee!?dipukul cewek?"dean yang tidak percaya begitu kaget ketika tahu saudaranya dipukul seorang gadis."iya,aku yang memukulnya."kataku dengan tegas berani mengakuinya di depan dean."ghhh,khhh gyahahahahahahaha!"dean pun tertawa karena apa yang terjadi pada saudaranya."woi!jangan tertawa!"kata sean yang marah dan malu."ahahaha,maaf hahaha,habis kalau soal pertarungan kamu kan tidak pernah kalah."dean pun mengejek saudaranya itu habis habisan."itu kalau manusia,dia ini jangan - jangan monster yang sedang menyamar."kata sean dengan berbisik ke kakaknya."apa!?aku ini bukan monster tahu!"kataku dengan marahnya dan…."duakh."suara pukulan pun dilayangkan."aduh,kepalaku sakit..."sean yang kesakitan mengusap kepalanya agar lebih baik."Kamu juga sih yang salah,perempuan kamu lawan.”kata dean yang menasehati sean agar tidak mengulanginya lagi."habis dia ikut campur urusanku sih."kata sean yang mencoba membela dirinya."kalau kamu bersikap begitu terus,nanti kamu dibenci lho."kata dean yang masih mengejek sean."dean baik ya,mmm tidak seperti saudaranya."aku pun mulai berbisik bisik dengan chloe."tidak juga,sean itu sebenarnya baik,hanya saja dia seorang pemalu."kata chloe yang membela sean."saya harap serene tidak membenci adik saya,dia memang keras kepala dan susah diatur,tapi dia ini orang baik kok."dean mulai membujukku untuk memaafkan sean."hmmm~ begitu ya,sudah aku kira,ternyata kakaknya lebih pengertian dibandingkan adiknya yang keras kepala."kataku sambil membandingkan,lalu aku tidak sengaja melihat rumah besar yang di dalamnya ada sesuatu yang membuat aku penasaran."itu,aku ingin bertanya,di rumah itu ada penghuninya?"tanyaku sambil menunjuk,lalu mereka pun terkejut."eh?umm~ begini serene,sebenarnya daerah ini sangat berbahaya."dean pun mencoba menjelaskan situasi yang terjadi di daerahnya."eh!?kenapa ini?ini kan hanya jalanan biasa."tanyaku dengan terkejut."lebih baik kita pergi,sebelum terjadi masalah."kata dean yang mengajak sean, chloe dan aku."baiklah."kataku dengan patuh."serene,kamu belum pernah kesini ya?"tanya dean dan dengan cepat aku menjawabnya."iya,aku baru pertama kali,tapi saat kesini sepertinya ada orang yang memanggilku."kataku dengan jujur."memanggilmu?suaranya seperti apa?"tanya dean lagi dan lalu kujawab."suaranya agak sedikit halus tapi juga kasar,tetapi sepertinya dia sedang dalam keputusasaan dan juga kesedihan yang dalam."jawabku dengan jelas."disini tidak ada yang punya suata seperti itu."kata sean."tapi aku yakin,dan terdengar jelas bahwa dia meminta pertolongan."kataku lagi."tapi memang benar serene,tidak ada seseorang yang mempunyai suara tersebut."kata chloe yang meyakinkan aku."sayang sekali,ternyata hanya perasaanku saja mungkin yang mendengarnya."kataku dengan perasaan yang sedih."begini serene,hari ini mau menginap di rumahku?"kata chloe yang masih membujukku."apa boleh?apa aku tidak mengganggu keluargamu?"tanyaku yang ragu,tetapi chloe meyakinkanku dengan memegang tanganku."tidak apa - apa,mereka pasti senang aku punya teman ."kata chloe sambil tersenyum padaku.“iya,hari ini menginap saja di rumah chloe”kata dean padaku.“ah!?kakak,jangan berbicara yang tidak — tidak!”kata sean yang tidak setuju aku menginap di rumah chloe.“he~h kamu tidak setuju ya,tapi sayangnya chloe yang mengajaknya terlebih dahulu.”ledek dean ke sean,tidak beberapa lama mereka pun sampai di dekat tengah - tengah kota pedesaan."chloe!darimana saja kamu!?ibu sangat khawatir pada dirimu,bagaimana kalau terjadi sesuatu?jangan pernah pergi seperti ini lagi,mengerti!?“kata seorang wanita tua yang sedang marah-marah.”iya bu,aku minta maaf karena membuat ibu khawatir.“kata chloe yang merasa bersalah.”chloe, ini siapa?“tanyaku dengan bingung.”kenalkan serene,ini ibuku clarissa."kata chloe yang memperkenalkan ibunya padaku.“oh,salam kenal,saya serene.”kataku dengan sopan."kamu,sepertinya aku tidak pernah melihatmu di desa ini."kata clarissa yang sedang menatap wajahku."ibu,dia baru pertama kali kesini."kata chloe."benarkah?kalau begitu selamat datang di desa primera."kata clarissa padaku."bu,kalau boleh,izinkan serene menginap di rumah kita dulu tidak apa - apa kan?"chloe pun meminta izin pada Clarissa agar memperbolehkan aku untuk menginap di rumah chloe."boleh saja,tapi kamarnya belum siap,tidak apa - apa kan."kata clarissa menjelaskan."tidak apa - apa,serene bisa tidur bersamaku di kamarku."jelas chloe yang senang aku akan menginap di rumahnya."ya sudah,sekarang lebih baik kalian berempat pulang dan mandi,lalu kita makan bersama."clarissa menjelaskan apa yang harus dilakukan nanti pada dean, sean dan chloe dan aku."baik."kami serempak pun berkata demikian,setelah itu kami pun pergi ke rumah chloe."wah,rumahnya luas ya."kataku melirik kesana kemari dengan sangat senang."memangnya rumahmu sempit ya?"ejek sean padaku."tidak,hanya saja aku merasakan kehangatan di rumah ini."kataku,lalu aku pun akhirnya mandi dan makan bersama mereka.”serene,kenapa kamu bisa sampai sini?dimana orang tuamu?”tanya clarissa pada serene,aku pun segera menjawab pertanyaannya. “sebenarnya aku datang dari negeri jauh, orang tuaku sudah membuangku karena itu aku sampai kesini.”jelasku pada ibunya chloe. “apa!?dibuang!?”semua orang yang ada di rumah itu pun terkejut.”apa aku tidak salah dengar?”kata sean yang masih tidak percaya.”eh~kamu tidak salah dengar.”kata dean meyakinkan sean.”gila ini benar-benar gila,orang tua macam apa yang mau buang anaknya?”kata seorang pria. “ah serene kenalkan ini suamiku ayahnya chloe zakar edelweiss.”kata clarissa yang memperkenalkan ayahnya chloe.”saya serene salam kenal.”kataku,lalu tak berapa lama ada bunyi suara. 
    “teng!teng!teng!”
“mereka datang!monster-monster itu datang!semuanya harap berlindung!”kata orang diluar.”hoi!cepat sini!”kata ayah chloe yang langsung membuka pintu,lalu orang itu pun masuk dan ayah chloe segera menutup pintu dan menguncinya,dean segera berlari dengan beberapa senjata senapan.”anak-anak ayo sini sembunyi di lubang ini. “kata clarissa, sean juga sudah menyiapkan papan untuk menghalangi pintu masuk, lalu dengan segera semua orang masuk ke tempat bawah tanah yang penuh dengan perlengkapan amunisi, persediaan makanan dan minuman juga tempat tidur yang sudah dilengkapi bantal dan selimut. 

Komentar